March 2010
M T W T F S S
« Dec    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Konsultasi Wisata Online

Archive for the ‘Culinary Tour’ Category

Wisata Kuliner Bogor, Bikin Lidah Ngos-ngosan

Thursday, November 20th, 2008

Sudah beberapa hari ini, Jakarta (dan Bekasi tepatnya, karena saya tinggal di Bekasi, bekerja di sekitar jakarta) sering diguyur hujan sore-sore. Walaupun tidak terlalu deras, namun suasana sendu akibat hujan sore-sore ini (kok jadi kaya lagu ya…hmm…lagu apa ya… lupa tapi ko familiar) bikin perut jadi minta dimanja. Somay, Bakso, Gorengan…hmm… makanan yang sudah terlalu sering saya makan. Saya pengen yang lain dari yang lain sebetulnya.

Bicara makanan yang lain dari biasanya, kota Bogor boleh dijadikan tujuan wisata kuliner. Saya dan istri termasuk orang yang suka wisata kuliner dan mencoba makanan-makanan yang baru yang (kata orang) enak dan ‘mak nyusss’. Beberapa waktu yang lalu, kami berencana untuk mengunjungi kota Bogor, khsusus untuk menikmati wisata kuliner. Sebelum berangkat saya mencoba search di Google tempat-tempat yang bisa dijadikan referensi untuk wisata kuliner. Al hasil dari hasil search selama 15 menit, saya mendapatkan beberapa tempat yang menurut saya cukup menarik.

Setelah mencatat beberapa sasaran kami (maklum di rumah sampe sekarang belum punya printer.. kok bisa ya..), bergeraklah kami menuju kota hujan Bogor melalui tol jatibening dan tol jagorawi. Sesampai di pintu tol Bogor, mulailah kesibukan kami untuk memperhatikan jalan. Karena menurut referensi salah satu sasaran kami terletak di jalan Juanda, yang menurut petugas pintu tol letaknya persis di sebelah kiri setelah pintu tol. Beberapa kali kami berputar-putar untuk dapat menemukan sasaran kami Cafe Mangere (kalau tidak salah spellnya seperti itu), tapi tidak berhasil. Diujung keputusasaan, secara tidak sengaja akhirnya kita bisa menemukannya. Namun…. kok penampilan fisik tidak seperti dibayangan saya.. sepi.. dan temaram (padahal siang hari). Karena dari tampilan fisik kurang menarik, akhirnya kami memutuskan untuk membatalkan rencana makan siang di tempat tersebut. Hmmm… deskripsi di internet ternyata tidak seindah tampilan aslinya.

Selanjutnya kami menuju ke sasaran alternatif : Cafe Gumati. Setelah tanya tanya pada penduduk setempat, akhirnya kami menemukan tempat yang dimaksud. Kalau disuruh deskripsikan lagi arah ke tempat ini, mungkin saya sudah tidak bisa …lupa. Sesampai di sini, memang susasana sudah terasa beda. Asri… banyak ditanami pepohonan dan bunga, serta dihiasi oleh sungai dan danau kecil. Setelah memilih tempat duduk yang cukup strategis (dekat sungai kecil), kami pun memesan menu sesuai dengan selera. Saya memesan menu standard ayam goreng dan nasi timbel. tidak terlalu lama menunggu, kamipun sudah disuguhi dengan menu menu pesanan kami. Selanjutnya, acara tempur dimulai. Dari sisi rasa sebetulnya masakan di restoran ini menurut saya termasuk kategori biasa-biasa saja. Banyak warung-warung makanan di pinggir jalan di Jakarta yang memiliki rasa yang serupa. Namun dari sisi suasana dan pemandangan, bolehlah Cafe Gumati dijadikan salah satu tujuan wisata kuliner Anda bersama keluarga.

Setelah perut sudah hampir terisi penuh, kami beranjak untuk kembali ke kota Bogor, untuk mengunjungi sasaran kami selanjutnya : Makaroni Panggang. Sebetulnya saya tidak terlalu paham dengan nama-nama jalan di Bogor. Namun secara tidak sengaja dan dalam tempo yang singkat, kami berhasil menemukan lokasinya. Restoran (atau tepatnya Cafe? atau apa ya?) Makaroni Panggang merupakan salah satu rumah dengan arsitektur lama yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga cukup nyaman untuk bersantai. Kalau tidak salah, di restoran ini Anda tidak akan menemukan menu ‘berat’. Menu yang disajikan sepertinya hanya makanan-makanan ringan saja semisal Makaroni, dll. Kenapa saya bilang sepertinya, karena memang saya tidak meneliti satu per satu menu yang ditawarkan. Tujuan kami memang hanya membeli Makaroni Panggang untuk di bawa pulang. Satu Makaroni panggang, untuk tahap awal sudah cukup. Dari tampilannya, memang makaroni panggang cukup menggiurkan, dengan taburan keju yang rapat, sampai-sampai tidak terlihat lagi permukaan rotinya. Tidak sabar untuk mencoba, kami menikmati sajian ini di mobil. Rasanya…hmmm…. not bad. Mungkin akibat perut yang sudah cukup kenyang makan di Cafe Gumati, kami jadi tidak begitu berselera menyantapnya. Padahal malam hari sesampai di rumah, waktu perut mulai minta di isi, rasa Makaroni Panggang ini begitu nikmat. Mungkin kalau Pak Bondan mengkategorikannya di level “Enak Bangheth” atau “cakep bageth” (belum sampai tahap paling tinggi, “Mak Nyusss”).

Sebetulnya kami sudah cukup puas dengan 2 target yang telah kami kunjungi. Mission Accomplished. Tapi… sudah beberapa tahun belakangan, saya kalo ke Bogor tidak puas kalo belum menyantap atau membawa pulang Toge Goreng yang ada di warung kecil di emper restoran (saya lupa namanya) di samping Terminal Baranangsiang, di depan Gedung Alumni IPB. Kalo gak salah namanya Toge Goreng Pak Wowon. Sebetulnya kefanatikan saya pada toge goreng Pak Wowon, bukan tidak ada alasanya. Menurut saya, rasanya itu looo… boleh dikasih kategori Mak Nyuss banget. Bumbu Tauconya itu…hmm…lezaaatttt banget, porsinya pas. Pokoknya Endang Gulindang Bambang…. Alhasil beberapa bungkus toge gereng kami bawa pulang untuk disantap dan oleh-oleh.

Selesai dengan urusan toge goreng, akhirnya berakhir sudah petualangan kuliner kami selama satu hari penuh. Macetnya jalan tol Jagorawi di hari minggu hampir-hampir tidak terasa karena membayangkan nikmatnya Toge Goreng Pak Wowon.

Beautiful Indonesia Images
kelimutu.jpg barongdance.jpg sikuai.jpg orangutan.jpg
Have You Been Here?
Get the Flash Player to see the slideshow.