March 2010
M T W T F S S
« Dec    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Konsultasi Wisata Online

Mount Krakatau, One of The Biggest Eruption on Earth

November 24th, 2008

Indonesia belongs to one of the most volcanic and seismically active region in the world. There are 128 active volcanoes of which 76 had eruption in historic time. These were occurred in 3 belts which one of is Lesser Sunda Islands where Krakatau is located. The Indonesian Volcano logical Service classified those volcanoes as “class A” volcanoes, of which there 12 in Sumatra Island. One of those is Krakatau. Krakatau is located in South Lampung region in Sunda strait, between Java and Sumatera.

  

In the early time Krakatau estimated was a volcano with 2000 M in height. The catastrophic eruption destroyed the volcano and remained 3 islands i.e. Rakata, sertung and Panjang. The renewed activity was started at Rakata, and an island of strato volcano was built up with diameter of approximately 5 Km and 800 M high. After its dormancy, next activity was shifted come into existence with the height approximately 456 and 120 M above sea level. In 1883, the 3 summits (Rakata, Danan & Perbuatan) was erupted and leaving a piece of small part of Rakata. The boom of explosion causing tremors and was heard as far as Singapore and Australia. The wave washed everything away around volcano. The volcanic ash was blown in to the atmosphere, as much as 4 cubic miles. In 1927 the new activity was occurred and then Anak Krakatau existed in to being. Now Anak Krakatau has reached 250 M above sea level. Anak Krakatau still active with its gush of steam and smoke, make it spectacular view.

Goa (Cave) Petruk, a Must Cave To Visit for Cave Explorer

November 22nd, 2008

It was in 1992 when I and my frined planned to travel Java island through the southern side of Java. It was started from Bandung and ended in Mt Bromo, East Java. The most unforgottable spot was when we visited Goa (Cave) Petruk in southern Central Java. It is located at southern Gombong, a small city near Jogja.

Goa Petruk is only 7 km away from the wellknown Goa Jatijajar, which for me is no longer attractive since some man made ornamnet was built inside the cave. Different with Goa Jatijajar, Goa Petruk is still virgin, if I may say. It still consists of nature made architecture which amaze people who see it. The unique shape of stones created from water drop able to create an imagination. Some stones are animal look like, while the other may appear like human. This unique shapes may attract many people from many places to visit Goa Petruk. So, if you are cave explorer, or traveler who likes unique objects, Goa Petruk is a must cave to visit.

Tips Cegah Mabuk Bagi Anak Selama Perjalanan

November 22nd, 2008

Kadang kala liburan yang sudah direncanakan dengan cermat menjadi kurang menyenangkan gara-gara mabuk yang dialami oleh anak anak selama perjalanan. Kami memberikan beberapa tips mencegah mabuk bagi anak selama melakukan perjalanan wisata. Tips ini bersumber dari berbagai referensi (khususnya dari majalah Nakita).

  • Hindari aktivitas membaca terlalu lama di perjalanan.
  • Dengarkan alunan musik yang disukai. Musik yang tidak disukai atau dirasa membosankan juga dapat menimbulkan rasa mual. Volume tak perlu terlampau keras.
  • Lakukan permainan atau kegiatan yang aman dan menyenangkan, seperti main tebak-tebakan, bernyanyi, dan bercanda.
  • Dudukkan anak dengan posisi searah perjalanan. Ajari anak untuk melihat pemandangan di kejauhan seperti gunung atau hamparan sawah yang luas. Obyek di kejauhan tidak ‘bergerak’ secepat obyek di tepi jalan, sehingga tidak memusingkan.
  • Jika mobil memiliki tiga baris kursi, pilihlah baris kedua yang minim guncangan.
  • Persiapkan kondisi tubuh anak dengan prima. Jika anak sakit, sebisa mungkin perjalanan jauh dan lama tidak dilakukan saat itu.
  • Beristirahatlah sejenak di sela perjalanan panjang
  • Cukupi konsumsi air. Bawalah bekal buah atau jus yang rasanya segar. Air jahe dan gula juga membantu meredam mula dan muntah. Selain dalam minuman, jahe dalam biskuit dan permen juga cukup bermanfaat.
  • Pastikan sirkulasi udara di kendaraan baik
  • Jauhkan asap rokok karena selain mengiritasi saluran pernafasan, juga membuat anak mual
  • Hindari makanan pedas dan berminyak sebelum dan selama perjalanan
  • Usahakan perut tidak terlampau kenyang.

Selomat mencoba tips ini….dan selamat berwisata

Kebijakan baru Fiskal 2009

November 22nd, 2008
JAKARTA (SINDO) – Pemerintah akan menaikkan tarif
fiskal ke luar negeri bagi warga negara Indonesia (WNI) yang tidak memiliki
nomor pokok wajib pajak (NPWP) mulai Januari 2009.

Sementara bagi yang memiliki NPWP
akan dibebaskan dari pembayaran fiskal ke luar negeri. “Ini merupakan
pelaksanaan lebih lanjut dari undang-undang bidang perpajakan di mana fiskal
ke luar negeri tidak dipungut untuk mereka yang memiliki NPWP,” kata Direktur
Jenderal Pajak Darmin Nasution di Jakarta kemarin. Sementara bagi mereka yang
tidak memiliki NPWP dan sudah berusia 21 tahun harus membayar fiskal jika
bepergian ke luar negeri.

“Kita usulkan nilainya dinaikkan dari yang berlaku sekarang, berapa besarnya,
kita belum mau ngomong, sebelum aturannya diteken,” kata Darmin. Dia mengakui
kebijakan itu ditujukan untuk menambah jumlah wajib pajak sehingga penerimaan
pajak juga diharapkan meningkat. Ketika didesak berapa besar kenaikan tarif
fiskal ke luar negeri bagi yang tidak memiliki NPWP,Darmin mengatakan,
rancangan peraturan pemerintah (RPP) mengenai hal itu masih dalam pembahasan.

“Kalau yang menyangkut pembahasan itu belum ada kepastian, kalau kita
sampaikan takutnya nanti ada perubahan, kan repot,” katanya. Namun, Darmin
mengatakan bahwa penyusunan aturan itu tidak lagi melibatkan DPR dan cukup di
internal pemerintah saja.

“Nanti kalau sudah diteken, berarti sudah lewat dari berbagai pembahasan
sehingga ada kepastian, maka bisa kita sampaikan. RPP itu kan mekanismenya
sederhana saja,yaitu dengan Depkumham, Setneg, dan berbagai instansi
terkait,” kata Darmin. (ant)

 

Sikuai Island, Another Paradise in West Sumatera

November 21st, 2008

Sikuai Island, is a small secluded island located in Padang, West Sumatera. An enjoyable 15 minute speedboat ride from Muara Bay would take you to this beautiful island. As soon as you arrive on this island, you will see a white and soft sandy beach and gentle waves with crystal clear water decorating the whole island.
 
Get in touch with the nature by exploring the whole island on foot or by beach bike. A nice connecting bridge as well as a cement pedestrian walk is provided for you to make the exploration more fun. A combination of views like white sand, light blue ocean water, green coconut trees, big rocks, colorful wild flowers, all different kinds of wild trees and curious monkeys will certainly entertain your eyes and fill your heart with amusement.

Snorkeling is a must activity to do here. Many different kinds of tropical fishes such as blue trigger fish, Picasso trigger fish, angel fish, dog puffer fish and trumpet fish are easily found. When you are lucky (like me) you would even see a spotted eagle ray!! Amazing, isn’t it?

Enjoy sunset and sunrise at Sunset Plaza which is located on the top of the island. Breathtaking scenery will accompany your hiking activity to reach Sunset Plaza. Take pleasure in the swimming pool while you enjoy the sunset and sunrise views. Beside that, from this point you would be able to see Teluk Bayur Bay and small, beautiful islands nearby like Snake Island and Cubadak Island.

Indulge yourself on this private island. Sleeping in a comfortable bungalow and listening to the soft, soothing sound of the surf for your lullaby will complete your stay on this beautiful island.

Information:
Sikuai Island Resort
Sea view : Rp. 1,500,000
Garden view : Rp. 1,300,000
Include 21% government tax, breakfast for 2 and transportation from Muaro Bay-Sikuai Island-Muaro Bay

Activities:
Snorkeling : Rp. 50,000 per 2 hours for rental equipment
Diving : Rp. 1,250,000 – include diving equipment, snack box, dive instructor and boat transfer to diving areas.
Beach Bike : Rp. 100,000 per hour
ATV : Rp. 500,000 per hour

source : www.travbuddy.com

Wisata Kuliner Bogor, Bikin Lidah Ngos-ngosan

November 20th, 2008

Sudah beberapa hari ini, Jakarta (dan Bekasi tepatnya, karena saya tinggal di Bekasi, bekerja di sekitar jakarta) sering diguyur hujan sore-sore. Walaupun tidak terlalu deras, namun suasana sendu akibat hujan sore-sore ini (kok jadi kaya lagu ya…hmm…lagu apa ya… lupa tapi ko familiar) bikin perut jadi minta dimanja. Somay, Bakso, Gorengan…hmm… makanan yang sudah terlalu sering saya makan. Saya pengen yang lain dari yang lain sebetulnya.

Bicara makanan yang lain dari biasanya, kota Bogor boleh dijadikan tujuan wisata kuliner. Saya dan istri termasuk orang yang suka wisata kuliner dan mencoba makanan-makanan yang baru yang (kata orang) enak dan ‘mak nyusss’. Beberapa waktu yang lalu, kami berencana untuk mengunjungi kota Bogor, khsusus untuk menikmati wisata kuliner. Sebelum berangkat saya mencoba search di Google tempat-tempat yang bisa dijadikan referensi untuk wisata kuliner. Al hasil dari hasil search selama 15 menit, saya mendapatkan beberapa tempat yang menurut saya cukup menarik.

Setelah mencatat beberapa sasaran kami (maklum di rumah sampe sekarang belum punya printer.. kok bisa ya..), bergeraklah kami menuju kota hujan Bogor melalui tol jatibening dan tol jagorawi. Sesampai di pintu tol Bogor, mulailah kesibukan kami untuk memperhatikan jalan. Karena menurut referensi salah satu sasaran kami terletak di jalan Juanda, yang menurut petugas pintu tol letaknya persis di sebelah kiri setelah pintu tol. Beberapa kali kami berputar-putar untuk dapat menemukan sasaran kami Cafe Mangere (kalau tidak salah spellnya seperti itu), tapi tidak berhasil. Diujung keputusasaan, secara tidak sengaja akhirnya kita bisa menemukannya. Namun…. kok penampilan fisik tidak seperti dibayangan saya.. sepi.. dan temaram (padahal siang hari). Karena dari tampilan fisik kurang menarik, akhirnya kami memutuskan untuk membatalkan rencana makan siang di tempat tersebut. Hmmm… deskripsi di internet ternyata tidak seindah tampilan aslinya.

Selanjutnya kami menuju ke sasaran alternatif : Cafe Gumati. Setelah tanya tanya pada penduduk setempat, akhirnya kami menemukan tempat yang dimaksud. Kalau disuruh deskripsikan lagi arah ke tempat ini, mungkin saya sudah tidak bisa …lupa. Sesampai di sini, memang susasana sudah terasa beda. Asri… banyak ditanami pepohonan dan bunga, serta dihiasi oleh sungai dan danau kecil. Setelah memilih tempat duduk yang cukup strategis (dekat sungai kecil), kami pun memesan menu sesuai dengan selera. Saya memesan menu standard ayam goreng dan nasi timbel. tidak terlalu lama menunggu, kamipun sudah disuguhi dengan menu menu pesanan kami. Selanjutnya, acara tempur dimulai. Dari sisi rasa sebetulnya masakan di restoran ini menurut saya termasuk kategori biasa-biasa saja. Banyak warung-warung makanan di pinggir jalan di Jakarta yang memiliki rasa yang serupa. Namun dari sisi suasana dan pemandangan, bolehlah Cafe Gumati dijadikan salah satu tujuan wisata kuliner Anda bersama keluarga.

Setelah perut sudah hampir terisi penuh, kami beranjak untuk kembali ke kota Bogor, untuk mengunjungi sasaran kami selanjutnya : Makaroni Panggang. Sebetulnya saya tidak terlalu paham dengan nama-nama jalan di Bogor. Namun secara tidak sengaja dan dalam tempo yang singkat, kami berhasil menemukan lokasinya. Restoran (atau tepatnya Cafe? atau apa ya?) Makaroni Panggang merupakan salah satu rumah dengan arsitektur lama yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga cukup nyaman untuk bersantai. Kalau tidak salah, di restoran ini Anda tidak akan menemukan menu ‘berat’. Menu yang disajikan sepertinya hanya makanan-makanan ringan saja semisal Makaroni, dll. Kenapa saya bilang sepertinya, karena memang saya tidak meneliti satu per satu menu yang ditawarkan. Tujuan kami memang hanya membeli Makaroni Panggang untuk di bawa pulang. Satu Makaroni panggang, untuk tahap awal sudah cukup. Dari tampilannya, memang makaroni panggang cukup menggiurkan, dengan taburan keju yang rapat, sampai-sampai tidak terlihat lagi permukaan rotinya. Tidak sabar untuk mencoba, kami menikmati sajian ini di mobil. Rasanya…hmmm…. not bad. Mungkin akibat perut yang sudah cukup kenyang makan di Cafe Gumati, kami jadi tidak begitu berselera menyantapnya. Padahal malam hari sesampai di rumah, waktu perut mulai minta di isi, rasa Makaroni Panggang ini begitu nikmat. Mungkin kalau Pak Bondan mengkategorikannya di level “Enak Bangheth” atau “cakep bageth” (belum sampai tahap paling tinggi, “Mak Nyusss”).

Sebetulnya kami sudah cukup puas dengan 2 target yang telah kami kunjungi. Mission Accomplished. Tapi… sudah beberapa tahun belakangan, saya kalo ke Bogor tidak puas kalo belum menyantap atau membawa pulang Toge Goreng yang ada di warung kecil di emper restoran (saya lupa namanya) di samping Terminal Baranangsiang, di depan Gedung Alumni IPB. Kalo gak salah namanya Toge Goreng Pak Wowon. Sebetulnya kefanatikan saya pada toge goreng Pak Wowon, bukan tidak ada alasanya. Menurut saya, rasanya itu looo… boleh dikasih kategori Mak Nyuss banget. Bumbu Tauconya itu…hmm…lezaaatttt banget, porsinya pas. Pokoknya Endang Gulindang Bambang…. Alhasil beberapa bungkus toge gereng kami bawa pulang untuk disantap dan oleh-oleh.

Selesai dengan urusan toge goreng, akhirnya berakhir sudah petualangan kuliner kami selama satu hari penuh. Macetnya jalan tol Jagorawi di hari minggu hampir-hampir tidak terasa karena membayangkan nikmatnya Toge Goreng Pak Wowon.

Jualan Paket Wisata Di Internet ? Why Not..!

November 19th, 2008

Pada posting perdana ini, saya akan berbagi pengalaman saya selama berbisnis di dunia maya. Sebetulnya saya sudah berkenalan dengan dunia internet mulai tahun 1998 sejak menjadi anggota Lab Kom FeUI di Salemba. Waktu itu fasilitas internet yang paling sering saya gunakan adalah MIRC, fasilitas chat yang paling digemari user pada era itu. Perkenalan saya dengan dunia internet mulai mengalami kemajuan sejak saya ditunjuk oleh perusahaan tempat saya bekerja dulu sebagai koordinator/administrator web site perusahaan, dimana di dalamnya terdapat fasilitas online reservasi tiket pesawat yang pertama di Indonesia. Pada periode ini saya banyak berkenalan dengan praktisi-praktisi IT yang sudah sukses mengadopsi internet ke dalam aktivitas bisnisnya. Dari sinilah ketertarikan saya pada dunia bisnis online.

Hingga pada tahun 2004 dengan modal dan pengetahuan yang saya miliki, saya membuka travel portal dengan alamat (dan nama) Cidomo.Com. Konsepnya adalah penjualan tiket melalui internet. target marketnya adalah customer yang berada di luar negeri yang akan membeli tiket domestik di Indonesia. Walaupun sudah memiliki beberapa customer, namun saya merasa tingkat kompetisi bisnis online travel dengan target market internasional amat sangatlah berat. Ribuan online travel portal bertebaran di dunia maya. Perebutan peringkat di Google merupakan hal yang sangat sukar dilakukan dengan kondisi target market yang seperti saya lakukan. Akhirnya di tahun 2005, saya memutuskan untuk menghentikan projek tersebut, mempertimbangkan sudah cukup banyak effort dari sisi waktu dan biaya yang saya keluarkan, namun resultnya belum menggembirakan.

Di pertengahan tahun 2007, saya mencoba kembali memulai bisnis online di bidang yang saya pahami namun dengan konsep yang berbeda. Saya membuat www.cempakatours.com dengan target market domestik. produk yang saya tawarkan berfokus pada wisata dalam negeri dan luar negeri. Berbekal pengalaman sebelumnya, hasil dari membaca beberapa buku dan online riset akhirnya dalam waktu yang relatif pendek, project baru ini mulai mengalami kemajuan..

Hingga saat ini lebih dari 95% klien saya berasal dari internet ; Google search, email campaign maupun online advertising yang efektif dan efisien. Progress yang cukup signifikan dari project saya ini juga tidak terlepas dari rendahnya tingkat kompetisi di online travel dengan target market domestik. Saat ini omzet/sales dari usaha saya berkisar antara Rp. 100juta-Rp. 200juta, bahkan saya pernah mendapatkan project tour dengan nilai hampir Rp. 250juta dan dalam waktu dekat saya sedang mengikuti tender dengan nilai lebih dari Rp. 400juta. Dan yang perlu diingat, bahwa pada tahap awal project yang saya jalankan ini hanya dioperasionalkan oleh hanya 3 personel inti (termasuk saya dan kurir).

Melihat progress usaha ini yang sangat berpotensi untuk tumbuh saya telah memutuskan untuk menjadikan usaha saya sebagai online tour operator di Indonesia. Mudah-mudahan pengalaman singkat saya ini dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman yang ingin mencoba untuk berwirausaha secara online di internet. Salam Sukses….

Hello world!

November 19th, 2008

Welcome to Indonesia Travel Business Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Beautiful Indonesia Images
kelimutu.jpg barongdance.jpg sikuai.jpg orangutan.jpg
Have You Been Here?
Get the Flash Player to see the slideshow.